Sistem verifikasi digital dan ketertelusuran biji kopi Bengkulu. Gunakan pemindai kamera atau masukkan kode batch untuk memverifikasi autentisitas asal-usul kopi Anda.
Pilih metode verifikasi resmi di bawah ini:
Arahkan kamera ke kode QR / Barcode pada kemasan atau karung pengiriman kopi Bengkulu.
Kode batch tercetak pada label QR kemasan atau sertifikat pengiriman resmi PADEK Bengkulu.
PADEK (Platform Asal usul dan Dashboard Ekonomi Kopi Bengkulu) merupakan inisiatif strategis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu untuk memperkuat ekosistem komoditas kopi dari hilir ke hulu.
Melalui PADEK, setiap kelompok tani dan UMKM binaan dapat mencatatkan asal-usul perkebunan, spesifikasi varietas, metode pasca-panen, hingga skor ujian uji cita rasa (cupping score) yang transparan dan dapat diverifikasi langsung oleh pembeli/roastery melalui label QR.
Verifikasi informasi batch hanya dapat dilakukan melalui pemindaian QR atau input kode batch resmi yang sah demi menjaga integritas data UMKM binaan.
Perkebunan kopi dataran tinggi Rejang Lebong dan Lebong menghasilkan skor cupping di atas 82.83, membuktikan potensi kopi Bengkulu di pasar nasional dan mancanegara.
Kondisi tanah vulkanik dan iklim mikro pegunungan Bengkulu melahirkan berbagai varietas kopi unggulan (Robusta, Arabika, & Specialty) dengan cita rasa khas yang teridentifikasi digital.
Desa IV Suku Menanti, Kec. Sindang Dataran
πΏ Varietas: Sintaro
π Top Cupping: β 82.83
π¬ Mitra UMKM: 1 UMKM Binaan
Lestari Kopi merupakan kopi pilihan yang berasal dari perkebunan pada ketinggian 1.000β1.200 mdpl dan diklasifikasikan sebagai robusta halus. Area perkebunan di wilayah ini memiliki kontur berbukit yang menjadikannya sangat sesuai untuk budidaya kopi robusta. Varietas unggulan yang dikembangkan adalah Sintaro (Sindang Dataran Robusta), varietas khas Rejang Lebong. Pada proses Robusta Natural, Lestari Coffee memperoleh nilai cupping 82,83, yang mencerminkan kualitas rasa yang unggul. UMKM Lestari Coffee berdiri sejak tahun 2012 dengan fokus pada produksi kopi bubuk. Pada tahun 2017, usaha ini mulai dibina oleh Bank Indonesia Bengkulu, dan hingga kini terus menunjukkan perkembangan melalui peningkatan kualitas produk, proses produksi, dan perluasan pasar.
Desa Semelako Atas, Kec. Lebong Tengah
πΏ Varietas: Mix Ciari & Grudak
π Top Cupping: β 83.58
π¬ Mitra UMKM: 1 UMKM Binaan
Tebo Lai Coffee berdiri sejak 2021 dan menjadi salah satu pelopor yang memperkenalkan kopi asal Kabupaten Lebong sebagai kopi berkualitas yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. Usaha ini berbasis di Desa Semelako Atas, Kecamatan Lebong Atas, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, dengan tanaman kopi yang tumbuh pada ketinggian sekitar 1.000 mdpl. Kabupaten Lebong merupakan salah satu sentra produksi kopi terbesar di Provinsi Bengkulu, sehingga kopi menjadi komoditas unggulan yang berkembang pesat di daerah tersebut. Jika dahulu Lebong lebih dikenal sebagai wilayah tambang emas, kini daerah ini mulai mendapatkan identitas baru melalui potensi kopinya. Tebo Lai Coffee mengolah biji kopi dengan metode natural dry hulling, menghasilkan karakter cita rasa yang khas dan mencerminkan kualitas kopi dataran tinggi Lebong.
Seleksi buah kopi masak merah dari perkebunan dataran tinggi Bengkulu.
Pengolahan natural dry hulling teliti dan sertifikasi uji cita rasa cupping score.
UMKM mencatat volume, client tujuan, dan menerbitkan kode QR unik PADEK.
Pembeli memindai QR Barcode untuk memastikan sertifikat dan keaslian batch.
Masuk ke dashboard internal PADEK Bengkulu untuk mengelola data batch pengiriman, mencetak QR Code, atau memantau statistik perdagangan kopi Bengkulu.