Robusta
📍 Desa IV Suku Menanti, Kec. Sindang Dataran
Lestari Kopi merupakan kopi pilihan yang berasal dari perkebunan pada ketinggian 1.000–1.200 mdpl dan diklasifikasikan sebagai robusta halus. Area perkebunan di wilayah ini memiliki kontur berbukit yang menjadikannya sangat sesuai untuk budidaya kopi robusta. Varietas unggulan yang dikembangkan adalah Sintaro (Sindang Dataran Robusta), varietas khas Rejang Lebong. Pada proses Robusta Natural, Lestari Coffee memperoleh nilai cupping 82,83, yang mencerminkan kualitas rasa yang unggul. UMKM Lestari Coffee berdiri sejak tahun 2012 dengan fokus pada produksi kopi bubuk. Pada tahun 2017, usaha ini mulai dibina oleh Bank Indonesia Bengkulu, dan hingga kini terus menunjukkan perkembangan melalui peningkatan kualitas produk, proses produksi, dan perluasan pasar.
Robusta
📍 Desa Semelako Atas, Kec. Lebong Tengah
Tebo Lai Coffee berdiri sejak 2021 dan menjadi salah satu pelopor yang memperkenalkan kopi asal Kabupaten Lebong sebagai kopi berkualitas yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. Usaha ini berbasis di Desa Semelako Atas, Kecamatan Lebong Atas, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, dengan tanaman kopi yang tumbuh pada ketinggian sekitar 1.000 mdpl. Kabupaten Lebong merupakan salah satu sentra produksi kopi terbesar di Provinsi Bengkulu, sehingga kopi menjadi komoditas unggulan yang berkembang pesat di daerah tersebut. Jika dahulu Lebong lebih dikenal sebagai wilayah tambang emas, kini daerah ini mulai mendapatkan identitas baru melalui potensi kopinya. Tebo Lai Coffee mengolah biji kopi dengan metode natural dry hulling, menghasilkan karakter cita rasa yang khas dan mencerminkan kualitas kopi dataran tinggi Lebong.
Robusta
📍 Jalan Penantian No. 2, Perubahan Griya Lavender Blok B 11
Kopi Gading Cempaka — Warisan Kopi Bengkulu Kopi Gading Cempaka adalah kopi bubuk legendaris asal Bengkulu yang sejarah pengolahannya telah berlangsung secara turun-temurun. Jejak sejarahnya berakar dari Dusun Aur Gading, desa tertua di Lubuk Durian, Bengkulu Utara. Di tempat inilah tradisi pengolahan dan perdagangan kopi tumbuh dari tangan para petani sekaligus pengepul kopi masyarakat setempat. Nama Gading Cempaka kemudian membawa identitas budaya Bengkulu yang lebih dalam. Nama tersebut merujuk pada Putri Gading Cempaka, tokoh legendaris dari Kerajaan Sungai Serut yang menjadi bagian penting dari sejarah dan ingatan budaya masyarakat Bengkulu. Karena itu, Gading Cempaka bukan sekadar nama merek. Ia menjadi simbol pertemuan antara kopi, sejarah, dan identitas Bengkulu. Dari tradisi kopi masyarakat Bengkulu, Kopi Gading Cempaka terus berkembang hingga menjadi salah satu produk kopi yang dikenal sebagai oleh-oleh khas Bengkulu. Kopi Gading Cempaka Warisan rasa, identitas Bengkulu.
Robusta
📍 Desa Rindu Hati, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu
Kopi Robusta dengan Varietas Hibiro 1